Manfaat komputer dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak dan membantu, mempermudah, mempercepat pekerjaan-pekerjaan manusia yang mungkin sulit bila tidak menggunakan komputer diantaranya adalah:
1.Bidang Pendidikan
Kita tahu bahwa untuk memanfaatkan TIK dalam hal pembelajaran tidak semudah dibayangkan.Perlu beberapa syarat yang harus dipenuhi demi terwujudnya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran,diantaranya :
-Adanya akses teknologi internet untuk guru maupun siswa,baik di dalam kelas,sekolah,maupun lembaga pendidikan guru,
-Adanya materi yang bermutu bagi guru dan siswa,
-Guru harus harus produktif terhadap perkembangan TIK.
2.Bidang Kesehatan
Salah satu Dari manfaat komputer dalam bidang kesehatan adalah Mempermudah dokter dan perawat dalam memonitor kesehatan pasien, monitor detak jantung pasien lewat monitor komputer, aliran darah, dll. Itu adalah salah satu manfaat komputer dalam bidang kesehatan.
3.Bidang Transportasi
Dengan adanya komputer semua jadwal dan jalur penerbangan yang transit dibandara bisa di program dan dijadwalkan dengan komputer.Untuk menerbangkan sendiri pesawat dilengkapi dengan peralatan komputer.
4.Bidang Jasa Pengiriman Barang
Dengan adanya komputer dan internet orang tidak lagi menunggu berhari-hari menerima surat, cukup lewat email saja lebih cepat dalam sekejap.
5.Bidang industri Otomotif
Mobil-mobil di buat dari kerangka body, mesin, peralatan elektronik di pabrik denga bantuan robot yang dikendalikan oleh komputer. Dengan bantuan komputer pabrik-pabrik otomotif bisa memproduksi mobil dalam jumlah ratusan perbulan.
6.Bidang Jasa Konstruksi
Dengan komputer para insinyur dan arsitek mendesain gambar konstruksi dengan permodelan dan perhitungan yang akurat dan cepat yang dioperasikan dengan bantuan komputer.
7.Bidang Industri Perfilman
Semua efek-efek di dunia akting, animasi, dan penyotingan adegan film semua di rekam dengan perangkat elektronik yang dihubungkan dengan komputer. Animasinya juga di kembangkan mempergunakan animasi yang dibuat dengan aplikasi komputer.
8.Bidang Industri Rekaman
Bahwa untuk menghasilkan suara yang bagus perlu pengaturan perekam dan modifikasi suara dengan media komputer.
9.bidang Pertahanan dan Keamanan
Negara maju seperti Amerika telah dilengkapi dengan peralatan satelit yang dikendalikan dari Bumi. Amerika menggunakan Jaringan Inteligen yang dilengkapi dengan Teknologi komputer dan Informasi modern
Selasa, 26 April 2011
Selasa, 19 April 2011
Tokoh Oikumene
Beberapa Tokoh Gerakan Oikumene Dunia
Oikumene di Dunia
1Nathan Soderblom mempunyai gagasan untuk untuk mendirikan suatu dewan gereja-gereja dimulai sejak akhir Perang Dunia Pertama. Semangat untuk mendirikan dewan gereja-gereja sejajar dengan semangat untuk mendirikan Liga Bangsa-bangsa (1919/1920). Dirasa perlu untuk mendirikan suatu persekutuan gereja-gereja sebagai “jiwa” untuk kerjasama antara bangsa-bangsa.
William Temple dari gerakan Faith and Order, yang mengusulkan pada tahun 1935 untuk membentuk suatu dewan oikumenis internasional gereja-gereja, dan Joseph Oldham pada tahun 1936 mengusulkan dalam rapat untuk memanfaatkan keadaan juga membicarakan masa depan gerakan oikumenis, yang disepakati membentuk panitia dari wakil gereja-gereja yang berjumlah 33 orang. Pada tanggal 8-10 Juli 1937 di London, disepakati mendirikan World Council of Churches (WCC) yang mewakili gereja-gereja dan memperhatikan dalam banyak bidang.
Erasmus, Pendidik Okiumenis
2Erasmus menjembatani dunia klasik Yunani-Romawi dan dunia Kristen. Seorang pendidik yang kuliahnya berupa karya-karya berseru kepada pemimpin dan umum agar memilih jalan salehdan rasional sambil menjauhkan diri dari setiap macam pikiran dan tindakan yang berlebihan. Dia berbicara kebajikan seharusnya diamalkan warga Kristen, meniru kelakuan Yesuskhususnya kebajikan-Nya, rendah hati, lemah lembut, murah hati, kasih, damai, kerelaan mengampuni serta kebebasan berkorban demi keselamatan sesama-Nya. Ia bersedia memperkaya pengalaman Kristianinya dengan pikiran para pengarang kuno. Erasmus adalah seorang yang suka damai, dia cenderung tidak mau memihak. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Erasmus berpendapat bahwa kita harus memihak karena tanah netral sudah tidak ada. Artinya apabila kita tidak memihak, barangkali hasilnya akan lebih buruk lagi. Dalam peranannya sebagai pendidik oikumenis, Erasmus mendidik melalui usahanya memperoleh teks Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani yang paling asli dan menjelaskan maknanya kepada jemaat. Erasmus tidak hanya peduli dalam pelajaran saja tapi ia juga peduli terhadap kaum perempuan dalam usaha hak mereka, pernikahan, kaum Kristen dan upacara gereja yang terkadang dianggap mutlak oleh beberapa pihak.
3John Releigh Mott adalah seorang tokoh besar dalam kegiatan penginjilan di kalangan mahasiswa di berbagai universitas di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan permulaan abad ke-20. Ia juga dikenal sebagai seorang tokoh pergerakan oikumene di dunia yang tiada tandingnya. Mott memulai kegiatan pekabaran Injil.Sebenarnya Mott ke Cornell agar ia dapat bekerja pada pekerjaan duniawi atau meneruskan usaha ayahnya. Di Cornell ia segera terpilih menjadi wakil ketua Young Men Christian Association (YMCA) Cabang Cornell. Dia giat memberitakan Injil di kalangan mahasiswa dan memimpin kebaktian di penjara-penjara.Pada tahun 1888 ia menyelesaikan studinya di Cornell.
Pada waktu dibukanya cabang YMCA, Mott sudah melibatkan diri dalam organisasi oikumenisini. Kemudian ia pindahke Cornell guna belajar ilmu hukum agar kelak dapat bekerja di lapangan politik. Ia memulai studinya di Cornell tahun 1885. Di Cornell, Mott bergumul tentang cita-citanya dengan panggilan Allah. Pada akhirnya ia tunduk kepada panggilan Allah. Lalu dia bersahabat dengan D.L. Moody.
Pada musim panas YMCA mengadakan konferensi mahasiswa internasional dimana D.L. Moody menjadi ketua konferensinya. Mott menghadiri konferensi ini sebagai wakil dari Cornell.Dalam konferensi ini Mott memutuskan untuk menjadi seorangp enginjil bersama dengan 100 mahasiswa lainnya. Inilah permulaan lahirnya Student Volunteer Movement for Foreign Missions (Gerakan Mahasiswa Sukarela untuk Pekabaran Injil ke Luar Negeri).
Tahun 1886 Mott menjadiketua Student Christian Movement di Cornell. Ia bekerja keras untuk menjalankan kegiatan-kegiatan gerakan ini di Cornell. Dari sinilah Mott belajar untuk mengumpulkan mahasiswa dari berbagai denominasi. Sejak semula ia telah berniat untuk mengusahakan kerjasama antara semua gereja. Ia berkata: "Kita harus awas! Jangan kita menyangka bahwa gereja kita sendiri adalah satu- satunya gereja. Kita harus selalu menghormati semua cabang dari gereja yang Kudus danam."
Setelah tamat dari Cornell, Mott segera menjadi sekretaris YMCA USA dan Kanada.Ia sekarang mengunjungi seluruh universitas dan perguruan tinggi di Amerika Serikat dan Kanada. Ia juga menjadi ketua dari Student Volunteer Movement for Foreign Missions. Pekerjaannya makin hari makin berat.
Tahun 1891 Mott ke Amsterdam untuk menghadiri konferensi YMCA se- Dunia.Sekarang ia terdorong untuk membentuk suatu federasi dari seluruh gerakan mahasiswa Kristen se dunia. Ia berkali-kali berkunjung ke Eropa sambil mengutarakan rencana tersebut. Rencanan yaitu akhirnya berhasil, yaitu dengan terbentuknya Federasi Mahasiswa Kristen se Dunia.Ia sendiri terpilih sebagai sekretarisnya. Sebagai sekretaris umum, maka ia mengunjungi banyak negara di dunia.
Mott juga menjadi Ketua Komisi Persiapan untuk Konferensi Pekabaran Injil se Dunia di Edinburgh tahun 1910. Mott adalah pemikir utama dalam konferensi itu serta banyak memimpin persidangan. Setelah itu konferensi bubar, maka dibentuklah Komisi Penerus (Continuation Committee) yang diketuai oleh Mott hingga tahun 1920. Tokoh Mott tidak dapat dilepaskan dari Dewan Pekabaran Injil International (International Missionary Council) yang dibentuk pada tahun 1920. Mott menjadi ketua Dewan ini hingga tahun 1942. Dalam kedudukannya sebagai Ketua Dewan Pekabaran Injil ini, ia mendorong agar di tiap Negara dibentuk Dewan Pekabaran Injil Nasional.
Selama Perang Dunia I (1914-1918) Mott bersama anggota YMCA melayani pemuda-pemuda yang masuk tentara serta melayani para tawanan perang. Karena pekerjaan pelayanannya selama Perang Dunia I, maka pemerintah Amerika Serikat menghadiahkan kepadanya medali kehormatan. Pada tahun 1948 Mott adalah salah seorang pemenang Hadiah Nobel untuk perdamaian.
Pada waktu dibentuknya Dewan Gereja-gereja se Dunia, di Amsterdam 1948, Mott diangkat sebagai Ketua Kehormatan. Hal ini adalah patut dilakukan mengingatakan jasa dan peranannya dalam pergerakan oikumene dan pekabaran Injil di dunia. Jabatan ini dipegangnya hingga ia meninggal dunia pada 31 Januari 1955.
Dalam sejarah pergerakan oikumene di Indonesia nama Mott perlu dicatat pula. John Mott mengunjungi Indonesia pada tahun 1926. Di sini ia memberikan rangsangan yang sangat berarti bagi kegiatan Gerakan Mahasiswa Kristen di Hindia Belanda. Organisasi-organisasi seperti YMCA, kemudian GMKI dan DGI dengan Komisi Pekabaran Injilnya berakar dari pekerjaan John R. Mott.
1. Menuju KeEsaan Gereja, Dr. Christian De Jonge (2009: hlm. 34-35), BPK GM.
2. Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen, Robert R. Boehlke, Ph. D (2006: hlm. 278-291), BPK GM.
3. RiwayatHidupSingkatTokoh-tokohdalamSejarahGereja, Drs. F. D. Wellem, M.Th (1999: hlm. 187-189), BPK GM. |
Oikumene di Asia
4Menurut Pilon, ada empat faktor yang menentukan perkembangan oikumene di Asia :
1. Pengaruh Nasionalisme di Asia yang mulai berkembang di mana-mana sesudah Jepang mengalahkan Rusia pada tahun 1905. Timbul perasaan bahwa orang-orang Asia tidak perlu diatur oleh orang-orang Barat karenan mereka sudah mampu mengurus perkaraa yang ada, orang Asia mempunyai pendapat bahwa gereja-gereja Asia harus menjadi urusan orang-orang Asia sendiri.
2. Pengaruh pekabaran Injil. Usaha-usaha untuk kerjasama yang memuncak pada konperensi Edinburgh (1910) sangat berpengaruh di Asia. Kerjasama gerejani di Asia di pelopori oleh kerjasama di bidang pekabaran Injil.
3. Pengaruh agama-agama lain. Agama Kristen masih sangat berkiblat kedunia Barat. Timbul kesadaran bahwa orang-orang Kristen Asia harus menghadapi bersama-sama agama-agama yang bukan Kristen.
4. Pengaruh Alkitab, khususnya Yoh 17 : 21 “supaya mereka semua menjadi satu”. Yang menentukan di sini adalah cara orang-orang Kristen memahami Alkitab dan ajakan-ajakan didalamnya untuk bersatu.
Selain itu ada tiga faktor lain yang mempengaruhi :
1. Pengalaman perang dunia kedua, khususnya di daerah-daerah yang diduduki oleh Jepang. Di sana bantuan materiel dan personil dari Barat tiba-tiba berhenti dan gereja-gereja terpaksa mulai mengatur dirinya sendiri.
2. Proses dekolonisasi yang menyusul perang dunia kedua.Negara-negara Asia, yang dahulu hidup secarabterpisah dalam hubungan dengan masing-masing kuasa penjajah mereka, mulai melihat keperluan kerjasama regional. Hal yang serupa terjadi juga pada gereja-gereja di Asia.
3. Kesadaran bahwa gerakan oikumenis yang bermuara pada Dewan-dewan Gereja se-Dunia masih sangat ditentukan oleh gereja-gereja Barat. Walaupun gereja-gereja Asia terlibat dalam DGD dirasa bahwa gereja-gereja Barat sibuk dengan persoalan-persoalan yang berbeda dari masalah yang dihadapi di Asia. Karena itu dirasa bahwa orang-orang Kristen Asia sendiri harus menyelesaikan persoalan yang muncul di konteks Asia tanpa campur tangan dari gereja-gereja lain, khususnya gereja Barat.
Oikumene di Indonesia
5Dalam Buku Duapuluh Lima tahun DGI Dr. TB. Simatupang menunjuk kepada lima jenis pengaruh yang nyata dalam sejarah pembentuka DGI, yaitu :
1. Alkitab (Yoh 17 : 21) dan Pengakuan Iman
2. Nasionalisme di Indonesia menjelang dan sesudah Perang Dunia Kedua
3. Pengalaman Pemuda Kristen dalam Perhimpunan Mahasiswa-mahasiswa Kristen dan pada Sekolah Tinggi Theologia di Jakarta
4. Pengalaman pada masa Jepang
5. Pengaruh gerakan oikumenis dari luar
Dorongan yang lebih langsung untuk gerakan oikomenes di Indonesia yang bermuara pada pembentukan DGI thn 1950 datang dari kofrensi IMC ygke 3 diTambaran pada thn 1938. Disini ada 9 tokoh gereja, diantaranya Sultan Gunung Mulia yang sebelumnya beliau hadir dalam kofrensi IMC di yerusalem. Disini dibicarakan bagaimana membentuk Dewan Gereja Dunia, untuk itulah mendorong di Indonesia juga membentuk dewan gereja–gereja diIndonesia.
Tanggal 12 januari 1939, diadakan pertemuan di Batavia atas inisiatif Gereja Protestan di Indonesia (GPI),GKJW,GKI . Dari sejarah oikomene di Indonesia menjelang Perang dunia ke-2 kiranya jelas bahwa peranan PI khususnya melalui zending consulat cukup penting dalam menempuh jalan yg berakhir pada pembentukan DGI.
4. Menuju KeEsaan Gereja, Dr. Christian De Jonge (2009: hlm. 71-75), BPK GM.
5. Menuju KeEsaan Gereja, Dr. Christian De Jonge (2009: hlm. 83-87), BPK GM.
Efek Mozart
Efek Mozart adalah suatu fenomena yang mulai muncul di Amerika Serikat pada 1993 dan terus berkembang sampai ke seluruh dunia termasuk Indonesia hingga saat ini. Buku-buku tentang Efek Mozart telah ditulis dan diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Di Amerika Serikat, CD dan kaset Mozart sangat laris sejak pemberitaan perihal efek ini, bahkan di negara bagian tertentu ada peraturan pemerintah yang secara khusus menganjurkan warganya mendengarkan Mozart dan memasukkan musik itu ke kurikulum pendidikan.
Efek Mozart umumnya dapat dijelaskan sebagai kondisi/efek sebagai hasil pemaparan terhadap musik tertentu (khususnya musik Mozart) dalam waktu singkat dan berefek positif terhadap kognisi dan perilaku.
Pengertian ini pun lalu terdistorsi lebih lanjut oleh publik hingga Efek Mozart diyakini pula dapat menyembuhkan penyakit tertentu seperti stroke, Alzheimer, Parkinson, dan lain lain.
Selain Efek Mozart, belakangan ini juga berkembang istilah terapi musik. Terapi musik adalah suatu bentuk terapi pelengkap yang dalam dunia kedokteran disebut Complementary Medicine.
Definisi Efek MozartSelain Efek Mozart, belakangan ini juga berkembang istilah terapi musik. Terapi musik adalah suatu bentuk terapi pelengkap yang dalam dunia kedokteran disebut Complementary Medicine.
Efek Mozart secara resmi ditemukan dan dipublikasikan oleh Rauscher et al, namun hak cipta untuk hal ini diambil oleh seorang ahli musik bernama Don Campbell dengan membuat website resmi Efek Mozart dan menjual banyak CD Efek Mozart. Rauscher sendiri tidak pernah mengklaim bahwa Mozart dapat meningkatkan kecerdasan, ia mengatakan bahwa adalah terlalu cepat berkesimpulan bahwa Mozart dapat membuat Anda lebih pintar.
Efek Mozart dan Terapi MusikTerapi musik adalah keahlian menggunakan musik dan elemen musik oleh seorang terapis yang terakreditasi untuk meningkatkan, mempertahankan dan mengembalikan kesehatan mental, fisik, emosional dan spiritual.
Klien dalam suatu sesi terapi musik biasa diajak bernyanyi, belajar main musik, bahkan membuat lagu singkat, atau dengan kata lain terjadi interaksi yang aktif dengan musik, dan bukan hanya mendengarkan secara pasif seperti yang terjadi pada efek Mozart.
Keaktifan dan kepasifan pelaku terhadap musik inilah yang membedakan terapi musik pada umumnya dengan efek Mozart. Selain itu, pada terapi musik, musik yang digunakan sangat beragam dan tidak terbatas hanya pada musik Mozart saja.
Sementara efek Mozart baru muncul pada 1993, sedangkan ide dan penggunaan terapi musik sudah ada sejak zaman Yunani kuno oleh Plato dan Phytagoras. 1 Penggunaan terapi musik telah terbukti bermanfaat bagi perkembangan kognisi, perilaku serta kesehatan. Bahkan terapi musik juga telah digunakan untuk menolong para korban pada Perang Dunia I dan II. Dengan penggunaan terapi musik ini, para korban dilaporkan lebih cepat sembuh dan memiliki kondisi lebih baik.
Tidak banyak persamaan antara efek Mozart dan terapi musik, selain keduanya menggunakan intervensi musik untuk memperbaiki keadaan klien/pasien, namun dampak yang dihasilkan dari keduanya berbeda.
Efek Mozart hanya bertahan beberapa menit, berpengaruh terbatas pada kemampuan spasial-temporal, dan belum dilaporkan dampak efek ini bagi kesehatan secara umum. Sedangkan terapi musik dampaknya lebih berkepanjangan (long-last), berpengaruh terhadap keseluruhan kemampuan (multiple), dan banyak laporan kemajuan kesehatan akibat intervensi terapi musik.
Terlepas dari banyaknya perdebatan mengenai keabsahan musik sebagai salah satu bentuk terapi, tak dapat disangkal lagi bahwa terapi musik sudah banyak dipraktikkan dan hasilnya cukup menakjubkan. Bahkan musik sudah diakui sebagai salah satu bentuk terapi pelengkap (complementary therapy), disamping akupunktur, massage therapy, dan chiropathy.
Terapi musik mulai berkembang di Amerika Serikat dan di seluruh dunia, bahkan di Indonesia sudah ada klinik terapi musik dan penelitian musik sudah mulai dikembangkan. Hal ini menunjukkan bahwa musik selain memiliki aspek estetika, juga aspek terapetik, sehingga musik banyak digunakan untuk membantu penyembuhan, menenangkan, dan memperbaiki kondisi fisiologis pasien maupun tenaga medis. Beberapa penelitian musik yang berhubungan dengan kedokteran adalah sebagai berikut:
Teologi menurut pandangan positivis dan post positivis
TEOLOGI MENURUT PANDANGAN POSITIVIS DAN POST POSITIVIS
Penelitian dilakukan berdasarkan salah satu dari paradigma positivis atau paradigma post-positivis. Paradigma positivis mempunyai paradigma bahwa realitas dan apa yang benar adalah tunggal, konkret, dan dapat dibagi-bagi; hubungan antara yang mengetahui dan yang diketahui terlepas satu sama lain; generalisasi yang bebas dari waktu dan konteks dapat dilakukan; hubungan sebab-akibat dapat dipastikan karena ada itu penyebab yang nyata; nilai tidak berperan karena penelitian itu bebas nilai. Positivisme mempunyai dua sisi yaitu bersifat logis dan empiris sehingga riset adalah mengetahui dan atau berpikir ilmiah.
Paradigma post-positivis mempunyai paradigma bahwa realitas adalah lebih dari satu (jamak), merupakan bentukan, dan holistik; hubungan antara yang mengetahui dan yang diketahui tidak terpisahkan dan interaktif; generalisasi yang bebas waktu dan konteks tidak dimungkinkan sehingga hipotesis yang dibuat terikat waktu dan konteks; tidak ada penyebab yang sebenarnya karena semua entitas saling membentuk; penelitian itu terikat pada nilai.
Permasalahan bagi penelitian teologi adalah apakah penelitian teologi itu menggunakan pendekatan positivis atau post-positivis. Pada batas-batas tertentu penelitian teologi mempunyai ciri-ciri paradigma positivis, namun hanya mengandalkan paradigma positivis belaka tidaklah memadai. Demikian juga hanya mengandalkan paradigma post-positivis tidaklah memadai. Harus diingat bahwa penelitian teologi mempunyai pra-anggapan (misal. ada kuasa adi kodrati) yang mempengaruhi pra-anggapan tentang nilai, pengetahuan, logika, sejarah dan bahasa. Dapat dikatakan bahwa penelitian teologi mencakup berbagai metode penelitian ilmu-ilmu lainnya sehingga diperlukan pembelajaran metode-metode teologi dan metode-metode ilmu lainnya yang relevan dengan bidang teologi. Jadi dalam bidang keagamaan, penelitian dilakukan untuk kepentingan pelayanan, yaitu untuk melayani Allah dan manusia.
Sesuai dengan paradigma penelitian (positivis atau post-positivis), ada dua ancangan penelitian yang dapat dipilih yaitu ancangan positivis (kuantitatif) dan ancangan naturalis (kualitatif). Ancangan positivis (kuantitatif) berpendapat bahwa satu-satunya metode ilmiah sejati untuk memperoleh pengetahuan adalah metode hipotesis-deduktif, yitu menggunakan metode ilmiah dengan prosedur langkah demi langkah dalam memecahkan masalah atas dasar pengamatan empiris. Ancangan naturalis (kualitatif) berdasar pada metode kualitatif dan deskriptif untuk mengumpulkan data, menghasilkan hipotesis, dan kesimpulan umum sebagai bagian dari prosesnya. Untuk penelitian teologi, Rothery menyarankan penggabungan kedua ancangan itu dengan memanfaatkan pandangan naturalis tanpa membuang pandangan positivis. Pandangan ini mengakui adanya dua realitas, yaitu realitas objektif dan realitas subjektif. Dalam pengertian luas, rancangan penelitian menunjuk pada semua prosedur yang dipilih untuk menyelidiki sekumpulan pertanyaan atau hipotesis, hubungan kausal (jika ada) di antara variabel atau gejala yang diselidiki.
PERSPEKTIF POSITIVISME
Paradigma positivisme, mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses linier atau proses sebab akibat, yang mencerminkan pengirim pesan atau komunikator untuk mengubah perilaku penerima pesan yang pasif. Ini berarti komunikasi terjasi secara sengaja dilakukan oleh seseorang untuk menyampaikan rangsangan dalam membangkitkan respon orang lain.
SEJARAH POSITIVISME
Positivisme dicetuskan oleh dua pemikir perancis, Henry Sain Simon (1760-1825) dan muridnya Auguste Comte (1798-1857).Pemikiran Comte merupakan reaksi terhadap situasi Perancis. Revolusi Perancis dan semangat pencerahan dalam banyak hal menghasilkan perubahan sosial. Gagasan dasar Comte dapat dikenali dari pemikirannya mengenai 3 tahap perkembangan sejarah manusia yaitu :
• Teologis, Pada tahap ini manusia memahami gejala-gejala alam sebagai hasil campur tangan langsung kekuatan ilahi. Tahap ini dimulai dari animisme yang menganggap benda-benda berjiwa dan diperlakukan suci.
• Metafisis, Pada tahap ini gejala alam diyakini berjalan berdasar pada prinsip-prinsip metafisika. Prinsip-prinsipini dihasilkan melalui pemikiran spekulatif yaitu berdasarkan percobaan-percobaan.
• Positivis, Pada tahap ini yaitu cara memahami kehidupan dan semesta dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.Alam dan kehidupan bukan lagi dipahami sebagai hasil campur tangan yang ilahiah atau berdasar pada prinsip-prinsip spekulasi, melainkan sebagai sesuatu yang pasti, nyata dan berguna.
GAGASAN POSITIVISME
Positivisme adalah aliran filsafat ilmu yang didasarkan atas keyakinan atau asumsi-asumsi dasar:
1. Ontologi (realisme):semesta digerakkan oleh hukum alam secara mekanis dalam hokum
1. Ontologi (realisme):semesta digerakkan oleh hukum alam secara mekanis dalam hokum
jika……maka…….
2. Epistemologi (dualisme): teori ini menggambarkan semesta apa adanya tanpa keterlibatan
2. Epistemologi (dualisme): teori ini menggambarkan semesta apa adanya tanpa keterlibatan
nilai-nilai subjective peneliti.
3. Metodologi (experimental): hipostesis dirumuskan lebih awal dalam bentuk proposisi yang
lalu dihadapkan pada verifikasi di bawah situasi yang benar-benar terkontrol
CIRI-CIRI POSITIVISME
- Bebas Nilai, berarti ketika si pengamat mengamati sesuatu maka nilai-nilai yang dimiliki si pengamat tidak dilibatkan sehingga menghasilkan kesimpulan apa adanya
- Fenomenalisme, berarti apa yang kita amati merupakan fenomena belaka,sementara sesuatu yang berdiri dibelakang fenomena (sebagaimana diyakini metafisika) tidak dilibatkan
- Nominalisme, berarti kebenaran berdasarkan lama atau ukuran, dalam hal ini kebenaran kenyataan terletak pada penamaan bukan kenyataan itu sendiri
- Reduksionisme, berarti konsekuensi dari cara penelitian yang menyederhanakan atau mereduksi kenyataan menjadi fakta-fakta yang dapat dipersepsi
- Naturalisme, berarti semua gejala berjalan secara alamiah tanpa campur tangan hal-hal metafisis
- Mekanisme, berarti semua gejala dapat dijelaskan secara mekanis-determinis layaknya sebuah mesin.
POSITIVISME LOGIS
Positivisme logis adalah aliran positivisme yang lebih memfokuskan lebih pada logika dan bahasa ilmiah. Salah satu prinsip yang diyakini kaum positivisme logis adalah prinsip isomorfi, yaitu adanya hubungan mutlak antara bahasa dan dunia nyata.
PRINSIP POSITIVISME LOGIS
- Menolak perbedaan ilmu alam dan sosial.
- Menganggap pernyataan yang tidak dapat diverifikasikan secara empiris sebagai non sense.
- Berusaha menyatukan semua ilmu pengetahuan dalam suatu bahasa ilmiah yang universal.
- Memandang tugas filsafat sebagai analisis atas kata-kata atau pernyataan
POST –POSITIVISME
Pada tahun 1970/1980an muncullah gugatan-gugatan mengenai kebenaran positivisme,pemikiranya dinamai post-positivisme.posi-positivisme merupakan pemikiran yang menggugat asumsi kebenaran-kebenaran positivisme.pemikiran ini muncul dengan sejumlah tokoh seperti Karl R.Popper,Thomas Kuhn,para filsul Frankfrut school,feyeraben,dan Richard rotry,pemikiran tokoh tokoh ini banyak dipengaruhi penemuan neils bohr,Werner Heisenberg positivism tidak berlaku lagi(setidaknya pada gejala-gejala subatomik).
Berikut ini di kemukakan beberapa asumsi dasar post-positivisme,
1) Fakta tidak bebas melainkan bermuatan teori.
2) Falibilitas teori.
3) Fakta tidak bebas melainkan penuh dengan nilai.
4) Interaksi antara subjek dan objek penelitian
Salah satu tokoh yang dapat di kategorikan sebagai pemikiran post-positivisme adalah popper.ia disebut post-positivisme karena pemikiranya pada satu sisi mencoba melepaskan diri dari kecenderungan positivisme.popper misalnya mengkritik objektivisme yang dianut comte,namun pada pemikirannya yang lain popper masih mengikuti prinsip-prinsip positivism
B. POST-POSITIVISME DALAM PENLITIAN SOSIAL DAM KOMUNIKASI
B. POST-POSITIVISME DALAM PENLITIAN SOSIAL DAM KOMUNIKASI
Bila positivisme dalam bentuk dan logika klasiknya ditolak oleh post-positivisme,lalu fondasi filosofi apakah yang akan digunakan post-positivisme sebagai kerangka kerja penenitian sosialnya? beragam jawaban yang berbeda telah diajukan untuk menanggani persoalan ini.
Beberapa penelitian social berargumen bahwa kekurangan kekurangan dari pemikiran positivisme pada dasarnya membutuhkan dasar filsafat ilmu yang berbeda,sa
Beberapa penelitian social berargumen bahwa kekurangan kekurangan dari pemikiran positivisme pada dasarnya membutuhkan dasar filsafat ilmu yang berbeda,sa
Senin, 04 April 2011
NATAL
Natal (dari bahasa Portugis yang berarti "kelahiran") adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. Beberapa gereja Ortodoks merayakan Natal pada tanggal 6 Januari (lihat pula Epifani).
Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Beberapa tradisi Natal yang berasal dari Barat antara lain adalah pohon Natal, kartu Natal, bertukar hadiah antara teman dan anggota keluarga serta kisah tentang Santa Claus atau Sinterklas.
Etimologi
Kata “natal” berasal dari ungkapan bahasa Latin Dies Natalis (Hari Lahir). Dahulu juga dipakai istilah Melayu-Arab Maulid atau Milad. Pada negara-negara yang berbahasa Arab, hari raya ini disebut dengan Idul Milad. Dalam bahasa Inggris perayaan Natal disebut Christmas, dari istilah Inggris kuno Cristes Maesse (1038) atau Cristes-messe (1131), yang berarti Misa Kristus. Christmas biasa pula ditulis Χ'mas, suatu penyingkatan yang cocok dengan tradisi Kristen, karena huruf Χ dalam bahasa Yunani merupakan singkatan dari Kristus atau dalam bahasa Yunani Chi-Ro.
Dalam Alkitab bahasa Indonesia sendiri tidak dijumpai kata "Natal", yang ada hanya kelahiran Yesus.
Kelahiran Yesus menurut Alkitab
Orang majus mengunjungi Yesus, diperingati pada Malam Kedua Belas setelah kelahirannya pada hari Natal. (Epifani). Cerita kelahiran Yesus dalam Injil Perjanjian Baru ditulis dalam kitab Matius (Matius 1:18-2:23) dan Lukas (Lukas 2:1-21). Menurut Lukas, Maria mengetahui dari seorang malaikat bahwa dia telah mengandung dari Roh Kudus tanpa persetubuhan. Setelah itu dia dan suaminya Yusuf meninggalkan rumah mereka di Nazaret untuk berjalan ke kota Betlehem untuk mendaftar dalam sensus yang diperintahkan oleh Agustus, Kaisar Romawi pada saat itu. Karena mereka tidak mendapat tempat untuk menginap di kota itu, bayi Yesus dibaringkan di sebuah palungan (malaf)[1][2]. Kelahiran Kristus di Betlehem Efrata, Yudea, di kampung halaman Daud, nenek moyang Yusuf, memenuhi nubuat nabi Mikha (Mikha 5:1-2. (Di Israel purba mereka mengenal ada dua kota Betlehem, kota Betlehem satunya lagi berada di tanah Zebulon.) Matius mencatat silsilah dan kelahiran Yesus dari seorang perawan, dan kemudian beralih ke kedatangan orang-orang majus dari Timur -- yang diduga adalah Arabia atau Persia -- untuk melihat Yesus yang baru dilahirkan. Orang-orang bijak tersebut mula-mula tiba di Yerusalem dan melaporkan kepada raja Yudea, Herodes Agung, bahwa mereka telah melihat sebuah bintang -- yang sekarang disebut Bintang Betlehem -- menyambut kelahiran seorang raja. Penelitian lebih lanjut memandu mereka k
Label:
NATAL
Langganan:
Postingan (Atom)