METODE SURVEI
1Metode Survei adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel, sosiologis maupun psikologis (2riset yang digunakan untuk fakta-fakta tentang gejala-gejala atas permasalahan yang timbul). Kajiannya tidak perlu mendalam sampai pada tahap menyelidiki kenapa gejala-gejala tersebut ada serta menganalisis hubungan-hubungan atas gejala-gejala. Fakta-fakta yang ada lebih kepada pemecahan masalah daripada digunakan untuk pengujian hipotesis. Survei dapat membantu, misalnya membandingkan kondisi yang ada dengan kriteria yang ditentukan. 3Metode survei digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan), tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data, survei dapat dilakukan dengan sensus, sampling dengan mengedarkan kuesioner, test, wawancara terstruktur dan sebagainya (perlakuan tidak seperti dalam eksperiman).
SEJARAH METODE SURVEI
4Charles Booth adalah bapak dari survei-survei yang bernada ilmiah. Booth adalah seorang yang kaya raya, pemilik kapal laut yang berasal dari Liverpool (Inggris) yang tergerak oleh kesengsaraan kelas buruh Inggris pada abad ke-19. Booth banyak melakukan survei mengenai kemiskinan di Inggris dan dari survei-survei tersebut ia mampu menerbitkan satu buku yang menggemparkan masyarakat Inggris dan akibat politik adalah luar biasa. Sejak tahun 1941 di tempat kelahiran Booth berdiri “The Goverment Social Survey” yang sekarang menjadi bagian dari “Office off Population Censuses and Surveys” (Kantor Sensus dan Survei Penduduk). Sejak saat itu diadakan banyak perubahan berupa perbaikan dalam tehnik survei dan berkembang pesat (diminati dan dipakai oleh banyak orang dalam penelitian, tidak hanya terbatas pada kemiskinan).
1 Metode Penelitian Pendidikan (pendapat Klinger), Prof. Dr. Sugiyono, Alfabeta Bandung, 2010.
2Metode Penelitian Pendidikan, Prof. Dr. Sugiyono, Alfabeta Bandung, 2010.
3Metode Riset, Husein Umar, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2003.
4Metode dan Tehnik Penelitian Masyarakat, J. Vredenbergt, PT. Gramedia Jakarta, 1980
5Berdasarkan jenis penelitian dikemukakan bahwa metode survei termasuk dalam metode kuantitatif. Metode kuantitatif sering disebut metode tradisional, positivistik, scientific dan metode discovery. Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut sebagai metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode ini dikatakan ilmiah/scientific karena telah memenuhi kaedah-kaedah ilmiah yaitu konkret/empiris, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis. Metode ini juga disebut metode discovery, karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik (begitu juga dengan hasil akhirnya berupa data angka). 6Dalam metode survei juga dikerjakan evaluasi serta perbandingan-perbandingan terhadap hal-hal yang telah dikerjakan orang dalam menangani situasi atau masalah yang serupa dan hasilnya dapat digunakan dalam pembuatan rencana dan pengambilan keputusan dimasa mendatang.
7Filsafat positivisme yang dimaksud memandang:
- realitas/gejala/fenomena itu dapat diklasifikasikan, relatif tetap, konkrit, teramati, dan hubungan gejala bersifat sebab akibat.
- Proses penelitian bersifat deduktif.
- Hipotesis diuji melalui pengumpulan data dilapangan.
- Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian.
- Data harus dianalisis menggunakan statistik.
- Kesimpulan dapat digeneralisasikan pada populasi dimana sampel diambil.
Maksud survey
8Survei dapat digunakan untuk penggambaran, penjelasan, penilaian, prakiraan, penelitian dalam mengatasi hambatan operasional suatu program, dan pengembangan indikator segi-segi keadaan tertentu dalam masyarakat (singarimbun, 1989:4-6).
5Metode Eksperimen juga termasuk dalam penelitian kuantitatif.
6 Metode Penelitian, Moh. Nazir, Ghalia Indonesia, Jakarta 1988.
7Metode Penelitian Pendidikan, Prof. Dr. Sugiyono, Alfabeta Bandung, 2010.
8 Pengantar Riset Kuantitatif,, Andreas B. Subagyo, Kalam Hidup, hlm. 87-95.
Langkah-langkah riset survey
9Menurut Borg dan Gall, langkah-langkah riset survey adalah sebagai berikut.
- Menetapkan tujuan. Peneliti harus menetapkan masalah dan mendaftarkan tujuan khusus yang akan dicapai atau hipotesis yang akan diuji dengan kuesioner.
- Memilih sampel. Peneliti harus menetapkan target populasi yang akan diambil sebagai sampel.
- Menulis unsur-unsur kuesioner
- Menyusun kuesioner.
- Menguji coba kuesioner
- Mempersiapkan surat pengantar mengirim kuesioner, menganalisis hasil dan melaporkan penelitian.
- Mengirim kuesioner dan menindak lanjutinya.
- Menganalisis hasil
- Melaporkan penelitian.
TIPE-TIPE SURVEI
10Dibawah ini merupan tipe survei yang umumnya dipakai orang dalam penelitian:
- Wawancara Langsung
- Wawancara tidak langsung
- Mencari informasi data dari koresponden (surat menyurat)
- Mencari data dengan mengirim kuesioner (daftar pertanyaan)
9Metode Riset, Husein Umar, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2003.
10Metode dan Tehnik Penelitian Masyarakat, J. Vredenbergt, PT. Gramedia Jakarta, 1980
Keuntungan dari Metode Survei
- Dibandingkan dengan metode lain (observasi eksperimen, langsung) hasil metode survei yang lebih luas informasi. Metode survei efektif untuk menghasilkan informasi mengenai karakteristik sosial-ekonomi, sikap, pendapat, motif dll dan untuk mengumpulkan informasi.
- Mempertanyakan biasanya lebih cepat dan lebih murah yang Observasi.
- Pertanyaan sederhana untuk mengelolanya.
- Data dapat diandalkan.
- Variabilitas hasil berkurangan.
- Hal ini relatif sederhana untuk menganalisis, dan saling berhubungan mengutip data yang diperoleh dengan metode survei.
Kekurangan Metode Survei
1. Keengganan responden untuk memberikan informasi, disini memerlukan keahlian peneliti pada bagian pewawancara. Pewawancara dapat menjamin bahwa informasi akan dirahasiakan atau menerapkan teknik menawarkan beberapa hadiah.
2. Ketidakmampuan responden untuk memberikan informasi-ini mungkin karena:
a. Kurangnya pengetahuan
b. Selang memori
c. Ketidakmampuan untuk mengidentifikasi motif mereka dan memberikan "alasan mengapa?" Untuk mereka tindakan
3. Kebiasaan manusia yang ada pada responden, misalnya: "Ego".
4. Tingkat kesulitan ada, bukan tidak mungkin jika untuk menyatakan sebuah pertanyaan yang diberikan sedemikian rupa sehingga akan berarti persis hal yang sama kepada responden masing-masing. Demikian pula dua kata-kata yang berbeda dari pertanyaan yang sama sering akan menghasilkan hasil yang cukup berbeda.
DAFTAR PUSTAKA
- Nazir, Moh, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1988.
- Sugiyono, Metodologi Penelitian Pedidikan, Alfabeta, Bandung, 2010.
- Subagyo, Pengantar Riset Kuantitatif, Kalam Hidup, Bandung, 2004
- Umar Husein, Metode Riset, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2003.
- Vredenbergt J, Metode dan Tehnik Penelitian Masyarakat, PT. Gramedia, Jakarta, 1980.